Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2012

Angkor Wat (Angkor Thom)


Angkor Wat (Khmer: អង្គរវត្ត), adalah sebuah kuil atau candi yang terletak di kota Angkor, Kamboja, dan dianggap sebagai salah satu dari keajaiban dunia. Ia dibangun oleh Raja Suryavarman II pada pertengahan abad ke-12. Pembangunan kuil Angkor Wat memakan waktu selama 30 tahun. Angkor Wat terletak di dataran Angkor yang juga dipenuhi bangunan kuil yang indah, tetapi Angkor Wat merupakan kuil yang paling terkenal di dataran Angkor. Raja Suryavarman II memerintahkan pembangunan Angkor Wat menurut kepercayaan Hindu yang meletakkan gunung Meru sebagai pusat dunia dan merupakan tempat tinggal dewa-dewi Hindu, dengan itu menara tengah Angkor Wat adalah menara tertinggi dan merupakan menara utama dalam kompleks bangunan Angkor Wat.

Sebagaimana mitologi gunung Meru, kawasan kuil Angkor Wat dikelilingi oleh dinding dan terusan yang mewakili lautan dan gunung yang mengelilingi dunia. Jalan masuk utama ke Angkor Wat yang sepanjang setengah kilometer dihiasi pagar susur pegangan tangan dan diapit oleh laut buatan manusia yang disebut sebagai Baray. Jalan masuk ke kuil Angkor Wat melalui pintu gerbang, mewakili jambatan pelangi yang menghubungkan antara alam dunia dengan alam dewa-dewa.
Angkor Wat berada dalam keadaan yang baik dibandingkan dengan kuil lain di dataran Angkor disebabkan Angkor Wat telah dialihfungsikan menjadi kuil Buddha dan dipelihara serta digunakan secara terus menerus ketika agama Buddha menggantikan agama Hindu di Angkor pada abad ke-13. Kuil Angkor pernah dijajah oleh Siam pada tahun 1431.
Nama modern Angkor Wat, berarti "Kuil Kota"; Angkor adalah bentuk perubahan dari kata នគរ nokor yang berasal dari kata नगर nagara dalam bahasa Sansekerta yang berarti ibu kota atau negara. wat adalah istilah dalam bahasa Khmer untuk kuil atau candi. Sebelumnya nama asli candi ini adalah Preah Pisnulok atau Vishnuloka (tempat dewa Wishnu bersemayam), berdasarkan nama anumerta raja pembangunnya. 


Pada tahun 1991, Khmer Merah, gerakan gerilya, menguasai daerah tersebut. Saat itu sangat sulit untuk mengunjungi daerah itu, dan satu-satunya cara untuk sampai ke sana adalah dengan helikopter dari Phnom Penh. Aku tidak akan pernah lupa ketika pertama kali saya keluar dari Helicopter, dan melangkah ke tanah sejarah, tanah yang telah melupakan peradaban barat.

Selama bertahun-tahun, Angkor Wat benar-benar terisolasi dari Dunia Barat. Besar, hutan tebal meliputi area, dan terletak di pusat Kamboja. Para kolonialis Perancis adalah barat pertama yang terkena Angkor. Mereka mendengar desas-desus dari penduduk setempat tentang "candi yang dibangun oleh dewa atau raksasa." Sebagian besar kolonialis dimaksud rumor ini cerita-cerita rakyat, tetapi beberapa percaya bahwa benar-benar ada adalah "kota yang hilang dari sebuah kerajaan Kamboja", yang dulu kuat dan kaya.
Kuil pertama kali ditemukan oleh misionaris Perancis pada tahun 1860. Henri pawang, seorang ahli botani Perancis memulai riset intensif dan program pemulihan. Upaya ini penelitian dilanjutkan sampai tahun 1968, saat perang Vietnam terganggu studi. Pada awalnya, ia tidak percaya bahwa candi ini dibangun oleh warga Kamboja, tetapi oleh ras lain yang telah setuju dan menduduki Kamboja selama lebih dari 2000 tahun yang lalu. Teorinya kemudian akan terbukti tidak benar, setelah itu para peneliti menemukan script pada dinding candi, dan patung-patung batu, yang telah memungkinkan bagi arkeolog untuk menyusun sejarah Kamboja. Sekarang diketahui bahwa Angkor, adalah ibu kota besar kekaisaran Khmer dari pendiri kota di sekitar tahun 880 sampai sekitar 1225.
Sejarah Angkor Wat tanggal kembali ke Kerajaan Funan. Kerajaan ini didirikan oleh seorang Brahmana India, dan di AD200, negara itu damai diselesaikan oleh pedagang India. Empat ratus tahun kemudian, kerajaan telah menjadi daerah perdagangan yang makmur. Sebagai daerah itu terletak di kekalahan Pilgrim antara Cina dan India, Hindu dan Cina Buddhisme diadopsi oleh para pemukim baru. Pengaruh India dan Cina masih bisa dirasakan di Kamboja, dan kuil-kuil Angkor Wat mirip candi Hindu dan Buddha yang dapat ditemukan di India Utara dan di Nepal. Pada akhir AD600, Kerajaan Funan kehilangan banyak kekuasaan kepada kerajaan Chenla. Ibu kota kerajaan baru ini, Sambor, terletak sekitar 40 kilometer ke Tenggara Angkor. Selama waktu ini, patung-patung indah dan ukiran di pasir-batu sangat populer. Dalam AD750, seorang raja dengan reputasi sebagai orang perang-suka, yang mampu memperluas kerajaan Chenla.
Angkor Wat adalah pencapaian tertinggi dari arsitektur kuil Khmer, dan hari ini "flagship" dari kuil di Angkor. Candi adalah struktur piramida yang sangat besar. Senyawa di Angkor Wat meliputi area seluas 1.500 dengan 1.300 m (4.920 oleh 4.265 ft) dan dikelilingi oleh parit luas 180 m (590 kaki) lebar. Sepanjang jalan lintas yang menuju gerbang pintu masuk yang sangat besar adalah langkan berbentuk seperti ular raksasa, yang diyakini untuk mewakili lambang kesuburan kosmik. Candi ini terdiri dari sebuah kompleks menjulang teras dan bangunan kecil yang diatur dalam serangkaian tiga cerita berkurang dan diatasi oleh lima menara. Struktur atap dan unroofed tertutup dengan band-band patung batu berukir halus. Dinding-dinding ditutupi dengan relief ukiran yang menggambarkan mitologi Hindu, terutama adegan yang berhubungan dengan dewa Wisnu, kepada siapa kuil dipersembahkan. The "massa relief ukiran adalah kualitas tertinggi dan paling indah dilaksanakan di Angkor." Semua pegunungan candi Angkor dipenuhi dengan gambar tiga dimensi dan setiap inci dari dinding-dinding ditutupi oleh patung.
Pada awal AD1200, Angkor dan kerajaan Khmer mulai menurun. Ketika jayavarman VII meninggal, Kekaisaran Thailand di Barat muncul sebagai kekuatan utama di wilayah itu. Ibukota Thailand dipindahkan ke Ayudhya, dekat Angkor, dan jelas mengancam kerajaan Kamboja. Dalam AD1389 orang Thai menyerang Angkor, dan kota itu jatuh ke tangan orang Thai. Penaklukan abad ke-15 dari kerajaan Khmer oleh Thailand menghasilkan (1431) dalam meninggalkan akhir Angkor. Kota ini sepi dan ibukota dipindahkan ke arah timur ke wilayah ibukota Phnom Penh saat ini.
Ajaibnya, kerusakan sangat sedikit telah dilakukan di wilayah Angkor sebagai akibat dari berdarah sipil yang telah meneror Kamboja selama lebih dari 30 tahun. Khmer Merah, sebuah organisasi ekstrem-kiri telah aktif menyelenggarakan kegiatan gerilya melawan pemerintah Pangeran Sihanouk's. Pada tahun 1975, banyak biksu Buddha yang tinggal di kuil Angkor dibantai bersama dengan mayoritas penduduk Buddhis sebagai hasil dari "reorganisasi sosial". Namun, Angkor Wat mengalami kerusakan struktural sangat sedikit dalam serangan itu. Hari ini, arkeolog dari seluruh dunia secara aktif terlibat dalam proses restorasi candi. Banyak sejarah "Lost kota" dari Angkor masih merupakan misteri.


Senin, 12 Maret 2012

Candi Borobudur


Untuk sekadar mengingatkan kembali bagaimana pentingnya kita menghargai sejarah dan benda-benda peninggalan berupa artefak-artefak, candi, prasasti, atau yang lainnya, marilah kita melihat bagaimana Candi Borobudur direkonstruksi sehingga menjadi bangunan yang megah dan termasuk tujuh keajaiban dunia. Untuk mengawalinya kita perlu melihat bagaimana nama dan Candi Borobudur diketahui.
Hutan belakar
Sekira tiga ratus tahun lampau, tempat candi ini berada masih berupa hutan belukar yang oleh penduduk sekitarnya disebut Redi Borobudur. Untuk pertama kalinya, nama Borobudur diketahui dari naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi, disebutkan tentang biara di Budur. Kemudian pada Naskah Babad Tanah Jawi (1709-1710) ada berita tentang Mas Dana, seorang pemberontak terhadap Raja Paku Buwono I, yang tertangkap di Redi Borobudur dan dijatuhi hukuman mati. Kemudian pada tahun 1758, tercetus berita tentang seorang pangeran dari Yogyakarta, yakni Pangeran Monconagoro, yang berminat melihat arca seorang ksatria yang terkurung dalam sangkar. Kemudian pada tahun 1814, Thomas Stamford Raffles mendapat berita dari bawahannya tentang adanya bukit yang dipenuhi dengan batu-batu berukir. Berdasarkan berita itu Raffles mengutus Cornelius, seorang pengagum seni dan sejarah, untuk membersihkan bukit itu. Setelah dibersihkan selama dua bulan dengan bantuan 200 orang penduduk, bangunan candi semakin jelas dan pemugaran dilanjutkan pada 1825.


Pada 1834, Residen Kedu membersihkan candi lagi, dan tahun 1842 stupa candi ditinjau untuk penelitian lebih lanjut.

Mengenai nama Borobudur sendiri banyak ahli purbakala yang menafsirkannya, di antaranya Prof. Dr. Poerbotjoroko menerangkan bahwa kata Borobudur berasal dari dua kata Bhoro dan Budur. Bhoro berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti bihara atau asrama, sedangkan kata Budur merujuk pada nama tempat. Pendapat ini dikuatkan oleh Prof. Dr. WF. Stutterheim yang berpendapat bahwa Borobudur berarti Bihara di atas sebuah bukit. Sedangkan Prof. JG. De Casparis mendasarkan pada Prasasti Karang Tengah yang menyebutkan tahun pendirian bangunan ini, yaitu Tahun Sangkala: rasa sagara kstidhara, atau tahun Caka 746 (824 Masehi), atau pada masa Wangsa Syailendra yang mengagungkan Dewa Indra. Dalam prasasti didapatlah nama Bhumisambharabhudhara yang berarti tempat pemujaan para nenek moyang bagi arwah-arwah leluhurnya.

Bagaimana pergeseran kata itu terjadi menjadi Borobudur? Hal ini terjadi karena faktor pengucapan masyarakat setempat.
Dalam pelajaran sejarah, disebutkan bahwa candi Borobudur dibuat pada masa Wangsa Syailendra yang Buddhis di bawah kepemimpinan Raja Samarotthungga. Sedangkan yang menciptakan candi, berdasarkan tuturan masyarakat bernama Gunadharma. Pembangunan candi itu selesai pada tahun 847 M. Menurut prasasti Kulrak (784M) pembuatan candi ini dibantu oleh seorang guru dari Ghandadwipa (Bengalore) bernama Kumaragacya yang sangat dihormati, dan seorang pangeran dari Kashmir bernama Visvawarman sebagai penasihat yang ahli dalam ajaran Buddis Tantra Vajrayana. Pembangunan candi ini dimulai pada masa Maha Raja Dananjaya yang bergelar Sri Sanggramadananjaya, dilanjutkan oleh putranya, Samarotthungga, dan oleh cucu perempuannya, Dyah Ayu Pramodhawardhani.

Sebelum dipugar, Candi Borobudur berupa reruntuhan seperti halnya artefak-artefak candi yang baru ditemukan sekarang ini. Ketika kita mengunjungi Borobudur dan menikmati keindahan alam sekitarnya dari atas puncak candi, kadang kita tidak pernah berpikir tentang siapa yang berjasa membangun kembali Candi Borobudur menjadi bangunan yang megah dan menjadi kekayaan bangsa Indonesia ini.
Pemugaran selanjutnya, setelah oleh Cornelius pada masa Raffles maupun Residen Hatmann, dilakukan pada 1907-1911 oleh Theodorus van Erp yang membangun kembali susunan bentuk candi dari reruntuhan karena dimakan zaman sampai kepada bentuk sekarang. Van Erp sebetulnya seorang ahli teknik bangunan Genie Militer dengan pangkat letnan satu, tetapi kemudian tertarik untuk meneliti dan mempelajari seluk-beluk Candi Borobudur, mulai falsafahnya sampai kepada ajaran-ajaran yang dikandungnya. Untuk itu dia mencoba melakukan studi banding selama beberapa tahun di India. Ia juga pergi ke Sri Langka untuk melihat susunan bangunan puncak stupa Sanchi di Kandy, sampai akhirnya van Erp menemukan bentuk Candi Borobudur. Sedangkan mengenai landasan falsafah dan agamanya ditemukan oleh Stutterheim dan NJ. Krom, yakni tentang ajaran Buddha Dharma dengan aliran Mahayana-Yogacara dan ada kecenderungan pula bercampur dengan aliran Tantrayana-Vajrayana. Oleh sebab itu, para pemugar harus memiliki sekelumit sejarah agama ini di Indonesia. Penelitian terhadap susunan bangunan candi dan falsafah yang dibawanya tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit, apalagi kalau dihubung-hubungkan dengan bangunan-bangunan candi lainnya yang masih satu rumpun. Seperti halnya antara Candi Borobudur dengan Candi Pawon dan Candi Mendut yang secara geografis berada pada satu jalur.
Materi candi
Candi Borobudur merupakan candi terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja. Borobudur mirip bangunan piramida Cheops di Gizeh Mesir. Luas bangunan Candi Borobudur 15.129 m2 yang tersusun dari 55.000 m3 batu, dari 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 cm X 10 cm X 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jadi kalau rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya 3 km. Jumlah tingkat ada sepuluh, tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Sedangkan, tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir.
Menurut hasil penyelidikan seorang antropolog-etnolog Austria, Robert von Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal tata budaya pada zaman Neolithic dan Megalithic yang berasal dari Vietnam Selatan dan Kamboja. Pada zaman Megalithic itu nenek moyang bangsa Indonesia membuat makam leluhurnya sekaligus tempat pemujaan berupa bangunan piramida bersusun, semakin ke atas semakin kecil. Salah satunya yang ditemukan di Lebak Sibedug Leuwiliang Bogor Jawa Barat. Bangunan serupa juga terdapat di Candi Sukuh di dekat Solo, juga Candi Borobudur. Kalau kita lihat dari kejauhan, Borobudur akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa.
Berbeda dengan piramida raksasa di Mesir dan Piramida Teotihuacan di Meksiko Candi Borobudur merupakan versi lain bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun, termasuk di India. Dan itulah salah satu kelebihan Candi Borobudur yang merupakan kekhasan arsitektur Budhis di Indonesia.
Melihat kemegahan bangunan Candi Borobudur saat ini dan candi-candi lainnya di Indonesia telah memberikan pengetahuan yang besar tentang peradaban bangsa Indonesia. Berbagai ilmu pengetahuan terlibat dalam usaha rekonstruksi Candi Borobudur yang dilakukan oleh Teodhorus van Erp. Kita patut menghargai usaha-usahanya mengingat berbagai kendala dan kesulitan yang dihadapi dalam membangun kembali candi ini.
Sampai saat ini ada beberapa hal yang masih menjadi bahan misteri seputar berdirinya Candi Borobudur, misalnya dalam hal susunan batu, cara mengangkut batu dari daerah asal sampai ke tempat tujuan, apakah batu-batu itu sudah dalam ukuran yang dikehendaki atau masih berupa bentuk asli batu gunung, berapa lama proses pemotongan batu-batu itu sampai pada ukuran yang dikehendaki, bagaimana cara menaikan batu-batu itu dari dasar halaman candi sampai ke puncak, alat derek apakah yang dipergunakan? Mengingat pada masa itu belum ada gambar biru (blue print), lalu dengan sarana apakah mereka itu kalau hendak merundingkan langkah-langkah pengerjaan yang harus dilakukan, dalam hal gambar relief, apakah batu-batu itu sesudah bergambar lalu dipasang, atau batu dalam keadaan polos baru dipahat untuk digambar. Dan mulai dari bagian mana gambar itu dipahat, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas? Dan masih banyak lagi misteri yang belum terungkap secara ilmu pengetahuan, terutama tentang ditemukannya ruang pada stupa induk candi.
Restorasi di tahun 1974-1983


Harta karun
Pemugaran selanjutnya dilakukan pada tahun 1973-1983, selang 70 tahun dari pemugaran yang dilakukan van Erp. Pemugaran ini dimaksudkan tiada lain sebagai upaya melestarikan budaya yang tak ternilai harganya. Inilah “harta karun” yang sesungguhnya tak bisa dihargai dengan uang apalagi dijual untuk membayar utang. Kesadaran masyarakat untuk ikut mengamankan bangunan candi sangat diharapkan termasuk juga dari para wisatawan.

Penggalian, penelitian, dan rencana pemugaran terhadap candi-candi atau benda-benda bersejarah lainnya yang baru-baru ini ditemukan tentunya membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Pemugaran bangunan budaya dan kepurbakalaan tidak semudah pembangunan gedung modern. Setiap bentuk bangunan budaya memiliki makna yang khusus dan hal ini tidak dapat diabaikan di dalam pemugaran bangunan kuno tersebut. Oleh sebab itu butuh dukungan dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Upaya membangun kembali sebuah simbol-simbol peradaban yang pernah hilang berarti semakin membuka mata-hati kita tentang sejarah peradaban manusia Indonesia yang kaya dengan ilmu pengetahuan dan budaya. Dengan demikian, kita akan menjadi manusia berbudaya yang mampu menghargai budayanya sendiri sebagai bentuk jati diri dan identitas bangsa yang mandiri.

Akhirnya, kita harus membangkitkan kembali gairah menghargai benda-benda cagar budaya yang bukan hanya menjadi kekayaan masyarakat dan bangsa, melainkan juga menjadi kekayaan ilmu pengetahuan yang akan terus mengungkap fakta-fakta sejarah itu. Menikmati keindahan dan menjaga kelestariannya merupakan salah satu bentuk kepedulian yang sangat berarti. Tentunya peran lembaga yang berkaitan dengan perlindungan benda-benda cagar budaya perlu ditingkatkan dengan memberikan pemahaman, pengertian dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga dan melestarikan benda-benda tersebut.
Perlindungan hukum pun harus ditegakkan secara konsisten sehingga tidak terjadi lagi kepincangan-kepincangan hukum yang menyisakan rasa ketidakadilan bagi masyarakat, seperti halnya kasus peledakan Candi Borobudur pada 1983.

Tetap menjadi suatu misteri,sekedar tambahan candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia dengan tinggi 34,5 meter dan luas bangunan 123 x 123 meter. Di dirikan di atas sebuah bukit yang terletak kira-kira 40 km di barat daya Yogyakarta, 7 km di selatan Magelang, Jawa Tengah.
Candi Borobudur dibangun oleh Dinasti Sailendra antara tahun 750 dan 842 Masehi. Candi Buddha ini kemungkinan besar ditinggalkan sekitar satu abad setalah dibangun karena pusat kerajaan pada waktu itu berpindah ke Jawa Timur.

Sir Thomas Stanford Raffles menemukan Borobudur pada tahun 1814 dalam kondisi rusak dan memerintahkan supaya situs tersebut dibersihkan dan dipelajari secara menyeluruh. Proyek restorasi Borobudur secara besar-besaran kemudian dimulai dari tahun 1905 sampai tahun 1910 dipimpin oleh Dr. Tb. van Erp. Dengan bantuan dari UNESCO, restorasi kedua untuk menyelamatkan Borobudur dilaksanakan dari bulan Agustus 1913 sampai tahun 1983.
Namun, sampai sekarang Candi Borobudur masih menyimpan sejumlah misteri. Sejumlah misteri itu misalnya, siapa yang merancang Candi Borobudur, berapa jumlah orang dipekerjakan untuk membangun candi tersebut, dari mana saja batu untuk membangun candi ? Filosofi apa yang digunakan untuk membuat candi tersebut ? Tetapi yang pasti candi ini merupakan aset penting bagi Indonesia di mata dunia internasional. Kita harus bangga dan selalu menjaga kelestariannya.

Asal-Usul dan Jenis Alien



Dalam mempelajari masalah UFO, saya sebenarnya lebih suka menekankan pada unsur “Siapa di balik UFO itu” bukan “apa UFO itu”. Tentu kalau menjawab apakah UFO itu, bisa dijawab dengan lebih mudah, yaitu merupakan suatu obyek terbang yang tak dikenal (bila ada obyek tak dikenal di laut dinamakan USO).


Berbicara masalah “siapa di balik UFO” tentunya kita akan membicarakan apa yang dinamakan “alien”. Alien jelas merupakan makhluk asing dan non human.


Membahas soal UFO atau alien ini tidak mudah. Mengapa sulit? Karena obyek/subyek yang diteliti tidaklah ada di depan kita dan kita tidak bisa memintanya datang sesuka kita. Laporan-laporan penampakan UFO atau perjumpaan manusia dengan alien, juga masih sering diragukan. Bahkan peristiwa jatuhnya UFO di Roswell tahun 1947 di mana ada 4 alien (2 mati, 1 lari kemudian ditembak oleh seorang tentara yang tegang, dan satu lagi sekarat dan akhirnya mati di rumah sakit) yang di autopsi oleh pihak militer (AU) AS. Namun semuanya itu ditutupi dan dianggap tidak ada. Laporan resmi dari pihak pemerintah hanyalah sebuah balon percobaan AS yang bernama Skyhook. Tapi masyarakat umum tidak mudah begitu saja percaya dan kemudian lahirlah teori “alien conspiracy”.


Indonesia termasuk cukup sering dilewati UFO, banyak laporan yang terdata dan ada juga kasus orang Indonesia yang diculik UFO. Namun tentu saja kembali ke pertanyaan, apakah itu semua bisa dipercaya? Laporan memang bisa dikarang, foto memang bisa direkayasa, bukti apapun bisa dibuat. Bagi orang yang percaya, sedikit bukti sudah cukup. Bagi orang yang skeptik, dia butuh bukti yang benar-benar ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan. Bagi orang yang fanatik anti, bukti sebagai manapun banyaknya tak akan mengubah sikapnya.
Dari kesulitan yang ada, nampaknya mempelajari UFO banyak kendalanya. Tak ada satupun buku yang bisa dianggap ilmiah dan telah diuji kebenarannya. Di sisi lain, belum ada satu pihak pemimpin agama yang menyatakan pendapatnya tentang UFO/alien. Walau tahun 1979 pihak PBB pernah membahas secara serius masalah UFO, namun hal itu tidak mempunyai kelanjutan yang serius. Dunia lebih sibuk dengan peperangan, masalah politik, penyakit dan krisis ekonomi,
ketimbang mempelajari tamu yang datang ke dunia kita ini…


Dengan kendala sumber-sumber data untuk mempelajari UFO/alien ini, maka dalam mempelajari keberadaan UFO di masa lalu, peneliti UFO menggunakan referensi dari kitab-kitab kuno, prasasti, hieroglyph, termasuk juga kitab-kitab suci. Salah satu peneliti yang terkenal adalah Erich von Däniken. Teori Däniken adalah nenek moyang kita dulunya pernah didatangi oleh makhluk cerdas dari luar angkasa yang dianggap dewa oleh manusia.
Masalahnya, menggunakan data-data yang bersumber dari kitab-kitab kuno, mitologi dan juga kitab suci, tidak akan bisa diterima oleh kalangan yang spektis. Namun, saya ingin mengajukan berbagai data yang telah saya kumpulkan, baik berupa cerita dari pengalaman seseorang yang
melihat UFO atau alien, maupun dari berbagai informasi lain, termasuk kitab-kitab suci.
DARIMANA datang?
Di sini saya selalu menuliskan makhluk UFO sebagai “alien” bukan “ET atau ETI”. Mengapa? Karena ET merupakan kependekan dari Extra Terrestrial Inteligence, yaitu makhluk cerdas dari luar bumi. Dengan memakai istilah alien”, saya tidak menutup kemungkinan bahwa mereka datang dari bumi atau dimensi lain.


Beberapa kemungkinan jawaban atas pertanyaan di atas adalah:
a. Mungkinkah mereka dari luar angkasa?
Perkiraan bahwa alien berasal dari luar angkasa sangat mungkin sekali, tapi ada beberapa keanehan atau kejanggalan bila mereka memang berasal dari luar angkasa. Keanehan itu adalah:
  • Radar kita tidak pernah mendeteksi adanya spaceship yang memasuki atmosfir bumi.
  • Bintang terdekat dengan tata surya kita adalah Alpha Centauri, yang berjarak 4.3 tahun cahaya. Ini berarti apa yang kita lihat hari ini adalah apa yang terjadi 4.3 tahun yang lalu. Terbang dengan kecepatan cahaya masih merupakan fiksi ilmiah. Untuk suatu perjalanan yang cukup cepat bagi UFO akan membutuhkan waktu ribuan tahun untuk mencapai bumi.
  • Yang aneh adalah, meski ada ribuan saksi yang menyatakan pernah melihat UFO setiap tahun, namun tidak ada gambaran UFO yang persis sama. Tentunya sangat sulit untuk dibayangkan bila mereka dari luar angkasa dengan membawa sedemikian banyaknya jenis pesawat yang berbeda-beda dan berjalan zig-zag di angkasa setiap hari.
  • Fenomena UFO dalam terbang sering tidak mengikuti hukum gravitasi dan aerodinamika, bukankah kalau mereka benar-benar dari angkasa luar, hukum-hukum fisika itu tetap berlaku buat mereka?
  • Tidak ada BUKTI nyata bahwa mereka berasal dari planet tertentu.
  • Beberapa orang yang berhubungan (kontak) dengan alien, sering kali mendapat pelajaran tentang spiritualitas, filosofi, peringatan tentang bahaya nuklir, dll. Apakah alien yang datang dari jarak yang jauh itu datang ke bumi hanya untuk mengajari manusia filsafat?
Memang ada juga yang tetap yakin bahwa mereka datang dari luar angkasa dengan teknologi yang sedemikian majunya yang belum terbayangkan oleh pikiran manusia.
b. Mungkinkah mereka dari masa depan?
Apakah UFO semacam mesin waktu dari masa depan? Orang yang percaya bahwa
mesin waktu bisa (mungkin) dibuat akan bisa menerima kemungkinan akan teori
ini. Tapi saya mengabaikan teori ini karena pertimbangan:


  • Beberapa laporan yang pernah melihat alien menyatakan bahwa kebanyakan bentuk mereka bukan manusia (human) dan terkadang aneh atau mengerikan.
  • Interfensi makhluk dari masa depan bisa menimbulkan teori “paralel universe”. Kalau mereka benar dari masa depan, maka saat ini tentunya mereka belum ada. Namun kalau mereka datang dari masa depan dan muncul saat ini, berarti itu merupakan suatu hal yang “unik” dan “menakjubkan”.
  • Kalau mereka memang dari masa depan, untuk apa mereka melakukan penculikan terhadap manusia (alien abduction)?
c. Mungkinkah mereka dari bumi?

kemungkinan bahwa UFO itu buatan manusia meragukan bila melihat fakta:


  • Adanya fenomena penculikan manusia oleh UFO.
  • UFO sudah pernah terlihat, jauh sebelum manusia mampu membuat pesawat terbang.
  • Pesawat UFO sering diluar hukum-hukum gravitasi dan aerodinamika.
Kemungkinan buatan non human yang berasal dari bumi, meragukan bila melihat fakta:
  • Pesawat UFO sering diluar hukum-hukum gravitasi dan aerodinamika.
  • Di manakah mereka berada? (Ini memang bisa dijawab: di dasar laut, di daerah kutub yang tidak dihuni manusia, di dalam/rongga-rongga bumi)
  • Mengapa ada masa kosong, di mana dulu pada jaman purbakala dikatakan alien sering hilir mudik di antara manusia, dan baru kini mulai aktif lagi?
d. Mungkinkah mereka dari dimensi lain?
Tentunya bila ketiga kemungkinan di atas diabaikan karena adanya sanggahan
atau pemikiran yang meragukan, maka pilihan terakhir adalah yang keempat,
yaitu: Mungkinkah mereka dari dimensi lain?


Teori tentang alien dari dimensi lain cukup banyak dianut oleh kalangan ufologi (tidak semua). Beberapa data yang mendukung adalah:
  • Menjelaskan fenomena UFO muncul dan menghilang secara tiba-tiba.
  • Tidak mengikuti hukum-hukum fisika dalam dimensi manusia.
  • Adanya kontak secara telepati atau melalui mimpi dengan beberapa orang yang merasa menjalin komunikasi (kontak) dengan alien.
  • Sering terjadi kasus alien abduction pada waktu korban tidur.
  • Mereka tidak bisa berinteraksi secara bebas dengan manusia karena berbeda dimensi. Untuk berinteraksi di dimensi manusia, mereka membutuhkan wadah (containers) manusia. Ini menjelaskan teori alien abduction dan pembuatan hybrid, di mana terjadi juga proses “soul abduction”.
Bila mereka datang dari dimensi lain, siapakah mereka? Satu-satunya penjelasan dari kitab suci, yakni Al Quran yang menyatakan bahwa di bumi ini selain dihuni oleh manusia, juga dihuni oleh jin yang berada di dimensi lain. Suatu fakta bahwa di Indonesia yang cukup mengenal fenomena jin ini, ternyata memiliki suatu persamaan sifat, yaitu jin suka melakukan penculikan (baik orang dewasa maupun anak-anak), di mana korban sering berada di suatu tempat yang dia tidak mau kembali (karena enak), namun sebagian juga berhasil lari atau berhasil dikeluarkan/dikembalikan oleh bantuan orang lain dengan kuasa Allah.
Apakah jin mempunyai teknologi? Dapatkan keberadaan makhluk cerdas dari dimensi lain yang dinamakan jin ini diterima dengan akal manusia modern? Dan apakah memang fenomena jin ini adalah fenomena UFO yang muncul belakangan ini setelah sekian lama vakum?
Bicara soal jin, mungkin tidak akan lepas dari suatu kemungkinan bahwa ada jin yang baik dan jin yang jahat. Pendapat banyak orang adalah, jin yang baik tidak ingin mencampuri urusan manusia, namun jin yang jahat (setan dengan pemimpinnya Iblis/Lucifer), suka mencampuri urusan manusia dan berusaha menyesatkan manusia.
Mempercayai alien berasal dari planet lain adalah jauh lebih mudah daripada meyakini bahwa mereka berasal dari dimensi lain. Namun keberadaan dimensi lain nampaknya tidak mudah diabaikan begitu saja.


  • Philadelphia experiment, yaitu percobaan tentang ruang dan waktu. Untuk mengetahui sekilas tentang eksperimen ini, klik: disini (bahasa Indonesia)
  • Penelitian terhadap beberapa peristiwa paranormal, seperti NDE (Near Death Experience), OBE (Out of Body Experience) atau Astral Travelling, ESP (Extra Sensory Perception), mimpi, dll. Penjelasan yang mungkin mendekati ilmiah tentang dimensi lain adalah keberadaan mereka (alien) adalah pada spektrum yang tidak mampu ditangkap oleh indera manusia, misalnya, kemampuan pengelihatan manusia terbatas dan tidak mampu melihat cahaya infra merah dan ultra violet. Demikian pula manusia tidak mampu mendengar suara infrasonic dan ultra sonic. Namun beberapa binatang mempunyai kemampuan spektrum indera yang lebih luas/berbeda dengan manusia, misalnya kelelawar mampu mendengar gelombang ultrasonic, beberapa binatang mampu mengindera kehadiran “makhluk halus
Informasi tentang jenis-jenis alien yang pernah bertemu dengan manusia cukup banyak. Namun ada empat tipe utama yang ingin saya kemukakan di sini, yaitu:
  1. Greys
  2. Reptilian
  3. Nordics
  4. Hybrid
Ciri-ciri umum dari alien tersebut di atas adalah sebagai berikut:
Greys :
Tubuhnya kecil dengan kulit berwarna keabu-abuan. Nampaknya merupakan suatu ras alien kelas pekerja atau ahli teknik. Ciri khasnya adalah bermata hitam besar. Spesies ini yang dikabarkan sering dijumpa manusia dan sering melakukan penculikan (alien abduction). Selain itu, tipe inilah yang dikabarkan jatuh di Roswell dan kini dikabarkan melakukan konspirasi dengan pihak militer AS secara rahasia. Alien tipe greys ini dikabarkan merupakan jenis alien dari golongan serangga dengan wajah mirip belalang. Alien tipe greys ini adalah jenis alien yang paling populer, bahkan sudah dipakai sebagai cap merk dagang yaitu Alien Workshop.


Reptoid:
Tubuhnya sebesar manusia atau kadang lebih besar, dengan mulut yang lebih lebar dari mulut manusia. Tubuhnya mirip sejenis ular atau kadal, berwarna hijau, dan agak bersisik. Dikabarkan, ada beberapa di antara mereka yang memiliki sayap. Gambaran yang paling sesuai dengan alien jenis ini adalah “winged demon”. Tidak semua jenis Reptilian ini bersayap. Yang bersayap merupakan jenis Draco atau “naga”, sementara yang tidak bersayap sering digolongkan dalam jenis serpent atau “ular”. Dari kesaksikan beberapa saksi, alien tipe greys dikabarkan bekerja untuk alien tipe Reptoid ini.


Nordic :
Bentuk alien jenis ini yang paling mirip dengan manusia, hanya saja bentuknya agak lebih besar sedikit, dengan rambut pirang (putih), badannya atletis, bermata biru dan dalam berkomunikasi sering terdengar dengan akses nordic (skandinavia). Mereka ini yang diperkirakan merupakan golongan yang disebut-sebut dalam Book of Enoch I sebagai “the son of gods” atau “the Fallen Angel”. Satu persamaan dengan kesaksian seorang yang pernah berjumpa alien jenis ini, yaitu Billy Meier, dia mengatakan bahwa bertemu dengan alien tipe nordics yang bernama Semjase yang berasal dari Pleiades. Persamaannya, dalam Book of Enoch I, “malaikat-malaikat yang jatuh” itu bernama Semjaza. Menurut kesaksian orang yang pernah berjumpa dengan alien nordics ini, mereka mengatakan bahwa dari alien nordics ini sebagian bekerja bersama alien greys dan master mereka adalah alien tipe reptoid. Beberapa saksi korban penculikan oleh alien menyatakan bahwa mereka juga melihat manusia selain alien tipe greys. Diduga, sebenarnya itu bukan manusia, namun alien jenis nordics.


Alien tipe nordics ini ditengarai melakukan kerja sama dengan Hitler (Nazi) di waktu Perang Dunia II, di mana pada perang tersebut sering dijumpai Foo Fighter, sebuah pesawat aneh (UFO) banyak disaksikan oleh pilot AS, Inggris maupun Jepang. Itu sebabnya juga, Hitler mengagungkan bangsa Arya yang hebat dengan rambut putih/pirang dan bermata biru.
Hybrid :
Golongan ini adalah hasil rekayasa genetika (hybrid) antara alien dengan human. Bentuknya belum sempurna mirip manusia, kadang berupa seperti anak kecil, berambut dan kepalanya agak lebih besar bila dibandingkan dengan kepala normal manusia. Sebagian hybrid juga ada yang menyerupai manusia, ada yang berambut dan ada juga yang tanpa rambut. Kulitnya cenderung pucat dan bermata seperti alien greys. Sebagian menduga bahwa Men in Black adalah alien hybrid yang menutupi mata besar mereka dengan kaca mata hitam. Selain itu makhluk Chupacabra (goat sucker) adalah hasil hybrid juga. Rekayasa genetika (hybrid) ini diduga adalah upaya alien untuk bisa menciptakan makhluk yang bisa tinggal dengan bebas/lebih lama di dimensi manusia.


Apakah mereka itu baik atau buruk?
Sering dikabarkan bahwa alien tipe nordics adalah jenis alien yang baik. Mereka dikabarkan sering mengajarkan pada manusia tentang perdamaian, filosofi dan spiritualitas. Kalau seandainya mereka menemui orang-orang jaman dahulu, sangat mungkin sekali kalau mereka dianggap sebagai nabi atau dewa. Alien tipe nordics ini ada janis wanita dan ada juga jenis laki-laki. Umumnya mereka tampan dan cantik. Dan diduga bahwa penampakan-penampakan yang sering dianggap sebagai penampakan Maria (Virgin Mary), misalnya Fatima Sighting, adalah penampakan dari alien jenis nordics ini. Dan seringkali kalau alien nordics laki-laki muncul, bisa saja disalah tafsirkan sebagai Yesus. Buku harian Paus John 23 menyebutkan bahwa beliau secara periodik sering dikunjungi oleh Yesus dan Maria. Saya tidak mengatakan Paus John 23 berbohong, namun bisa saja itu adalah alien nordics yang mengaku Yesus dan Maria yang datang dari dimensi lain.
Secara umum, adanya kasus penculikan manusia oleh alien menunjukkan bahwa alien bukanlah entity yang baik. Namun memang sering menjadi pertanyaan, apa tujuan alien itu terhadap manusia? Apakah mereka ingin menguasai manusia/bumi? Bila memang mereka berasal dari luar angkasa degan teknologi yang canggih, bukankah mudah bagi mereka untuk menyerang manusia? Tetapi, mengapa itu tidak mereka lakukan?
Beberapa pertimbangan:
  • Mengapa mereka tidak menjalin kontak langsung dengan manusia secara terbuka? Bukankah banyak manusia yang ingin bertemu dengan mereka? Alasan bahwa manusia bisa saja menyerang alien menurut saya terlalu bersifat paranoia, sebab pada kenyataannya, manusia akan bersifat “welcome” terhadap kehadiran alien. Baru kalau mereka menyerang, kita akan mempertahankan diri.
  • Apa maksud mereka melakukan berbagai penculikan terhadap manusia?
  • Apa tujuan mereka menyembunyikan keberadaan mereka? Ataukah keberadaan mereka memang tersembunyi karena berada di dimensi lain?
  • Beberapa di antara mereka (alien) mengatakan bahwa mereka penjaga perdamaian di tata surya kita dan kalau manusia tetap memakai nuklir, baru mereka akan turun tangan untuk ikut campur mencegahnya. Mengapa mereka tidak mencegah pemboman Hirosima dan Nagasaki, demikian juga berbagai percobaan nuklir yang dilakukan oleh beberapa negara, termasuk AS, Uni Soviet (saat ini Rusia), Perancis, dll? dapatkah dipercaya bahwa mereka benar-benar “pasukan penjaga perdamaian antar galaksi”?
Berbagai tindakan alien yang disaksikan dan yang dialami oleh manusia, menunjukkan bahwa perlakuan yang diterima tidaklah baik dan kadang tidak bersahabat. Mungkin apa yang saya tulis ini tidak sesuai dengan harapan banyak pengamat UFO yang menggambarkan bahwa UFO/alien berasal dari planet atau gugusan bintang lain dan mereka ke bumi untuk tujuan penelitian atau persahabatan.
Alien menculik manusia: Apa dan Mengapa?
Perjumpaan dengan UFO menurut kalangan ufologist dibagi dalam beberapa jenis, yaitu:
  1. Perjumpaan jarak jauh, yaitu melihat UFO terbang dalam jarak jauh. Ada dua jenis, yaitu yang terlihat sebagai titik kecil saja, atau berupa bulatan/benda yang sedikit lebih besar.
  2. Perjumpaan jarak dekat tingkat satu, yaitu melihat UFO terbang dalam jarak yang cukup dekat sehingga cukup jelas nampak bentuknya.
  3. Perjumpaan jarak dekat tingkat dua, yaitu melihat UFO mendarat di permukaan bumi
  4. Perjumpaan jarak dekat tingkat tiga, yaitu melihat awak UFO-nya.
  5. Perjumpaan jarak dekat tingkat keempat, yaitu menjadi korban penculikan oleh alien.
  6. Perjumpaan jarak dekat tingkat kelima, yaitu berkomunikasi dengan alien dan bisa juga diajak jalan-jalan dengan pesawat mereka secara suka rela (bukan penculikan).
Dalam kesempatan ini, saya ingin menekankan pada kasus penculikan oleh alien terhadap manusia. Apakah motif mereka dan mengapa kasus penculikan ini cukup banyak terjadi. Beberapa hal yang menjadi pertanyaan adalah:
  • Adakah tanda bahwa seseorang pernah berjumpa alien?
  • Apa ciri-ciri umum proses terjadinya penculikan oleh alien?
  • Mengapa sering ditemukan implant (benda asing) dalam tubuh korban yang diculik alien?
Melinda Leslie mengemukakan ada beberapa indikator orang yang pernah berjumpa dengan alien. Hal ini disusunnya berdasarkan temuan riset pada orang-orang yang mengaku menjadi korban penculikan oleh alien. Adapun tanda atau indikatornya (tidak harus semua) adalah:
  1. Apakah Anda pernah mengalami waktu yang hilang, misalnya satu jam atau lebih dan Anda tidak bisa menjelaskan di mana dan kenapa ada waktu yang hilang itu? (Perlu dibedakan dengan waktu yang seakan tak terasa/tak sadar ketika Anda mengemudikan kendaraan)
  2. Apakah Anda pernah merasa “paralyzed” atau merasa lumpuh tak berdaya dengan “sesuatu makhluk” di kamar Anda?
  3. Apakah Anda mengalami bekas luka (seperti cakar atau tanda lainnya), di mana Anda tidak bisa menjelaskan bagaimana itu terjadinya?
  4. Pernah melihat cahaya berbentuk bola atau kilatan cahaya aneh di rumah Anda atau di lokasi lain.
  5. Mempunyai ingatan tentang melayang di udara yang bukan dirasakan sebagai suatu mimpi.
  6. Mempunyai suatu “ingatan khusus” yang sulit untuk dipergikan (misalnya: wajah alien, meja, jarum, anak kecil yang aneh, dll)
  7. Pernah melihat sinar menyorot yang sangat terang dari luar rumah atau masuk ke dalam kamar Anda melalui jendela atau seakan menembus dinding/atap.
  8. Mempunyai mimpi-mimpi tentang UFO, cahaya yang menyorot, atau makhluk alien.
  9. Pernah melihat UFO atau beberapa kali melihat UFO dalam kehidupan Anda.
  10. Punya kesadaran kosmis, minat pada ekologi, lingkungan, menjadi vegetarian, atau menjadi sangat sosial.
  11. Merasa punya suatu misi tertentu dalam hidup yang tidak tahu dari mana rasa kompulsif itu berasal.
  12. Mengalami suatu kejadian yang sulit dijelaskan dan merasa cemas setelah itu.
  13. Hanya untuk wanita: Mengalami kehamilan semu atau kehilangan bayi (hamil kemudian bayinya hilang)
  14. Mengalami bangun dari tidur di tempat lain dan tidak ingat bagaimana itu bisa terjadi.
  15. Mengalami mimpi tentang mata misalnya mata binatang (misalnya mata burung hantu, dll) atau merasa mengalami ketakutan bila melihat mata.
  16. Mengalami bangun tidur di tengah malam secara mengejutkan.
  17. Mempunyai perasaan yang aneh/kuat bila melihat gambar alien.
  18. Mempunyai phobia atau ketakutan yang luar biasa terhadap sesuatu (misalnya: ketinggian, ular, laba-laba, serangga besar, suara, cahaya terang, keamanan diri atau takut bila sendirian)
  19. Punya pengalaman gangguan rasa harga diri atau menjadi rendah diri.
  20. Pernah melihat seseorang bersama Anda menjadi kaku, tanpa gerak, atau beku dalam beberapa waktu, terutama seseorang yang tidur bersama Anda.
  21. Bangun dengan ada tanda di tubuh, bekas terbakar, memar yang terjadi di malam hari (waktu tidur) dengan tanpa ada penjelasan yang masuk akal kenapa dan bagaimana Anda memperolehnya.
  22. Ada orang yang mengatakan bahwa telah melihat Anda bersama sebuah UFO atau alien (makhluk aneh) atau menjadi saksi bahwa Anda telah hilang untuk beberapa saat.
  23. Mengalami, suatu waktu, pendarahan atau noda yang tidak umum di bantal atau sprei ranjang dengan tanpa adanya penjelasan bagaimana hal itu terjadi.
  24. Punya minat terhadap UFO atau alien, atau banyak membaca tentang subyek-subyek tersebut.
  25. Punya pengalaman secara tiba-tiba pergi atau berjalan ke luar jalan atau ke tempat yang tidak Anda ketahui.
  26. Ada perasaan merasa diawasi, terutama di malam hari.
  27. Punya mimpi merasa melewati jendela yang tertutup atau menembus dinding tebal.
  28. Pernah melihat kabut yang aneh yang semestinya tidak ada di sana.
  29. Mengalami pendengaran suara-suara aneh atau terngiang-ngiang suara, dan Anda tidak dapat menentukan sumbernya dari mana.
  30. Mengalami pendarahan hidung (mimisan) yang tidak umum beberapa kali, atau kadang bangun dengan hidung berdarah.
  31. Ketika bangun tidur mengalami rasa tidak enak atau perih di kelamin Anda, yang tak dapat Anda jelaskan sebab-sebabnya.
  32. Punya problem di punggung atau leher, atau kaku-kaku yang aneh pada bagian tubuh.
  33. Punya gangguan sinusitis kronis atau gangguan hidung.
  34. Pernah mengalami peristiwa di mana ada barang-barang elektronik menjadi tidak berfungsi dengan baik tanpa suatu penjelasan yang masuk akal, ketika Anda berada di dekat barang-barang itu.
  35. Melihat sesuatu gambaran yang aneh dekat rumah Anda, khususnya di luar kamar Anda.
  36. Secara periodik atau sporadis mendengar bungi dering di telinga, terutama di salah satu telinga saja.
  37. Punya perasaan tidak wajar takut dengan dokter atau cenderung menghindari pengobatan secara medis.
  38. Mengalami insomnia atau gangguan tidur yang memusingkan Anda.
  39. Punya mimpi tentang dokter atau prosedur medis seperti pembedahan.
  40. Sering secara periodik atau sporadis mengalami sakit kepala, terutama di daerah sinus, di belakang mata atau salah satu telinga.
  41. Punya perasaan bahwa Anda akan menjadi gila bila memikirkan hal-hal ini.
  42. Punya kemampuan paranormal atau pengalaman psikis, termasuk intuisi.
  43. Cenderung akan bertindak kompulsif atau semacam kecanduan sesuatu.
  44. Mengalami semacam menerima pesan telepati dari aliens.
  45. Merasa takut dengan kamar tertutup, sekarang atau semasa kanak-kanak.
  46. Punya problem seksual atau problem berhubungan dengan orang lain (seperti perasaan misterius bahwa Anda tidak harus menjalin hubungan tersebut karena adanya perasaan bahwa ada “sesuatu” yang lain dan penting yang harus Anda kerjakan)
  47. Kalau tidur berusaha menjauhi tembok atau menempatkan ranjang Anda menjauhi tembok.
  48. Sering mimpi tentang perusakan atau kekacauan.
  49. Punya perasaan bahwa Anda sebaiknya tidak membicarakan hal-hal ini atau perasaan bahwa Anda sebaiknya tidak membicara tentang mereka.
  50. Telah berusaha mengatasi problem-problem di atas, namun tidak berhasil dengan baik.
  51. Mempunyai beberapa ciri di atas, namun tak dapat mengingat apapun tentang penculikan atau perjumpaan dengan alien.
Beberapa pengamat UFO melihat adanya persamaan antara alien abduction dengan kasus Out of Body Experience. Jadi teori tentang alien abduction mengatakan bahwa selain badan mereka yangdiculik, terkadang sebenarnya hanya “soul” mereka saja yang dibawa pergi. Suatu penggambaran yang menarik tentang “soul abduction” atau “alien abduction” ini diceritakan dengan sangat bagus oleh pengarang terkenal Charles Dickens adalam bukunya “A Christmas Carol.”
Karla Turner membuat 10 fakta tentang Alien Abductions berdasarkan hasil penelitiannya:
  1. Kita tidak tahu dengan pasti, apakah entity alien itu sebenarnya, mereka bisa saja extraterrestrial, inter-dimensional, dari bumi atau kombinasi dari berbagai hal di atas.
  2. Nampaknya beberapa aliens suka berbohong, seperti memberi prediski atau ramalan-ramalan, memberi janji, mengancam atau memberi pesan-pesan aneh.
  3. Selama perjumpaan, manusia sering kali merasa dikontrol dan dikendalikan pikirannya.
  4. Kesalahan memori bisa terjadi sehingga membingungkan “korban penculikan” setelah perjumpaan berlangsung.
  5. Korban penculikan sering melaporkan bahwa alien melakukan hal itu untuk mengumpulkan informasi untuk meriset komunitas manusia.
  6. Ada beberapa kasus bahwa manusia terlihat ikut terlibat dalam penculikan itu. Beberapa dugaan, bahwa alien telah menjalin konspirasi dengan manusia atau sebenarnya yang terlihat itu adalah juga alien, hanya saja bentuk mereka memang mirip manusia.
  7. Adanya implant yang ditanam dalam tubuh korban penculikan. Bentuk implant bervariasi dan hal ini yang dipercaya sering menyebabkan pendarahan tidak wajar.
  8. Korban penculikan kanak-kanak sering bertujuan jangka panjang untuk menanamkan konsep tertentu tentang berbagai macam ide sosial, politik, spiritual, religi, dll.
  9. Aliens menciptakan suatu teknologi virtual yang seperti nyata dipersepsi oleh manusia dengan seluruh indera ikut merasakan.
  10. Aliens nampaknya sangat tertarik pada “human souls” dan bagaimana penggunaannya.
Berdasar cerita para saksi korban penculikan oleh alien, peristiwa penculikan tersebut biasanya mempunyai pola tertentu yang dapat dibagi dalam beberapa tahap.
Beberapa tahap dalam kejadian Alien Abduction:
  1. Ada cahaya yang terang dan panas, sering berupa radiasi yang membakar mata dan kulit.
  2. Peralatan elektronik tiba-tiba jalan sendiri dan mobil jadi mogok.
  3. Korban penculikan menjadi kaku dan tidak bisa bergerak.
  4. Alien mendekati korban yang mulai merasa ketakutan dan sering mengarah pada perasaan shock.
  5. Korban dibawa ke dalam UFO dan ditaruh di dalam ruangan bundar.
  6. Pakaian dilepaskan dan korban ditaruh di meja kecil.
  7. Korban ditenangkan.
  8. Menjalani pemerikasan neurologik.
  9. Sampel kulit diambil.
  10. Sampel sperma/ovum diambil.
  11. 2 sampai 3 millimeter benda implant ditempatkan di belakang telinga atau di dalam rongga hidung.
  12. Korban diperintahkan untuk melupakan peristiwa ini seperti proses hipnotis.
  13. Korban diletakkan kembali ke mobil/ranjang/rumah/dll.
  14. Korban bangun perlahan namun tak sadar dan kadang menemukan gejala aneh seperti adanya pendarahan, bekas luka, bekas tanah di ranjang, dll.
  15. Korban mulai mengalami problem emosional, umumnya rasa takut, sakit perut, mimpi buruk, dll.
  16. Diperkirakan 1 dalam 50 orang mengalami penculikan tanpa mengingatnya.
  17. Seringkali setelah beberapa tahun, korban mulai ingat kejadian penculikan yang dialami melalui mimpi. Beberapa dapat mengingat setelah melalui hipnotis.
Dari data yang ada, seringkali kasus penculikan bersifat perjalanan antar dimensi, yaitu adanya kasus di mana korban merasa di bawa pergi jam 9 malam, namun kembali juga jam 9 malam itu juga. Namun dia merasa telah pergi selama beberapa jam. Bahkan ada juga kasus yang bahkan mundur, yaitu dia merasa diculik jam 9 malam, namun ternyata dikembalikan jam 7 malam, 2 jam sebelumnya. Hal-hal seperti ini menunjukkan bahwa alien adalah makhluk yang berasal dari dimensi lain, dan ketika muncul atau nampak ke dimensi manusia, mereka melakukan “materialisasi diri”.
Apa tujuan mereka terhadap manusia?
Dari uraian di atas, nampak ada beberapa hal yang menjadi perhatian:
  • Mengapa mereka sering melakukan penculikan?
  • Apa tujuan mereka melakukan “eksperimen” terhadap manusia itu?
  • Benarkah mereka tertarik dengan “soul” atau “spirit” yang dimiliki manusia?
Walau di AS saat ini ada orang yang mempunyai keinginan untuk diculik alien, namun menurut saya dari apa yang saya simpulkan, tindakan alien menculik manusia bukanlah untuk tujuan yang baik. Menurut saya, mereka berusaha untuk melakukan berbagai percobaan untuk membuat makhluk hybrida, di mana menggunakan substansi bahan dasar manusia, namun dengan unsur aliens di dalamnya.
Sekedar pemikiran, pada jaman dahulu, banyak manusia yang menyembah makhluk halus (jin atau setan) melakukan upacara persembahan manusia. Menurut saya, hal ini ada kaitannya bahwa makhluk halus itu membutuhkan container manusia untuk bisa hadir di alam manusia (dimensi manusia). Namun mungkin karena praktek persembahan manusia ini makin langka saat ini, maka bisa saja mereka kemudian secara aktif mencari dan melakukan penculikan.
Beberapa kasus di Indonesia seperti bayi hilang dalam kandungan, sering dikaitkan dengan upaya guna-guna atau ilmu hitam yang dilakukan atas pesanan orang yang merasa iri atau dendam pada si korban. Namun bukan tidak mungkin, bahwa hal itu terjadi karena ulah alien (tentunya dengan anggapan bahwa alien adalah makhluk dari dimensi lain). Demikian juga kasus orang hilang beberapa saat (beberapa hari atau beberapa bulan) yang kemudian ketika kembali, mengatakan bahwa mereka berada di alam lain di mana ada tempat dan makhluk-makhluk yang menawan yang membuat mereka betah

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost